Patih Laman, Tokoh Lingkungan Hutan Adat Suku Talang Mamak Tutup Usia

Kamis, 11 Mei 2017 15:38


Patih Laman memegang Piala Kalpataru (ist)

CSR.id - Patih Laman, tokoh adat Suku Talang Mamak yang tinggal di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh dan selama hidupnya mengabdi mempertahankan kawasan hutan Provinsi Riau dari penjarahan, tutup usia.


Almarhum menghembuskan nafas terkhirnya pada usia 107 tahun, Rabu malam (10/5) pukul 19.10 WIB di kediaman anaknya di Talang Durian Cacar, Desa Sei Ekok, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.


"Beliau sudah lama mengeluh sakit. Namanya sakit orang tua," kata Gilung, juru bicara keluarga Patih Laman, Kamis.


Dia mengatakan saat ini kondisi di rumah duka masih cukup ramai. Masyarakat adat masih terus berdatangan ke rumah duka mengingat almarhum merupakan tetua bagi Suku Talang Mamak.


"Ramainya datuk (tetua) kan tidak seperti masyarakat banyak. (Biasanya) sampai tujuh hari masih berkumpul," ujarnya.


Alhmarhum yang sebelum wafat pernah mendapat penghargaan Kalpataru pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri, 2003 silam itu meninggalkan empat orang anak. Sementara istrinya telah tutup usia terlebih dahulu.


Patih Laman merupakan tokoh yang cukup disegani di lingkungan masyarakat adat Talang Mamak. Patih sendiri merupakan gelar tertinggi bagi suku Talang Mamak, sementara nama asli almarhum adalah Laman.


Sebagai tokoh adat, Patih Laman mendapat sejumlah pengakuan dunia internasional dalam mempertahankan kawasan hutan TNBT, karena terus melawan penjarah kawasan hutan sejak Orde Baru.


Penghargaan Kalpataru yang diperoleh Patih Laman karena almarhum dinilai berhasil menjaga kelestarian hutan Panguanan dan Panyabungan di Indragiri Hulu dengan kearifan lokal masyarakat Talang Mamak. Hutan tersebut digunakan untuk kebutuhan hidup masyarakat Talang Mamak yang bermukim di Desa Sungai Ekok, Kecamatan Rakit Kulim, Indragiri Hulu.


Selain itu, Patih Laman juga pernah mendapatkan penghargaan bertaraf internasional dari WWF Internasional di Kinabalu, Malaysia pada 1999.


(ayb/int)


Berita Terkait
Leonardo DiCaprio Sumbang Uang Rp 265 Milar untuk Perubahan Iklim
Raja Salman Kirim Bantuan 15 Juta Dolar AS untuk Pengungsi Rohingya
Personel Slank Jualan Minyak Goreng Murah di Pondok Pesantren
Beyonce Hadiahi Relawan Badai Harvey Dengan Sepatu
Titiek Puspa Jadi Duta Penanaman 250 Ribu Bibit Pohon di Gunungkidul

Please login for commentKomentar
dheshe
selamat jalan pak semoga arwahnya diterima disisinya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan
xx
siapa lah nanti pengganti sang datuk ini untuk menjaga hutan yang ada ini? pastinya tidak seoptimal beliau untuk menjaga nya, selamat jalan datuk
princess
apa pengganti nya akan sebaik itu kinerjanya yah ,
charming
harapannya dengan meninggalnya beliau nantinya ada generasi penerus yg menggantikan beliau dlm menjaga kelestarian hutan selamat jalan bpk Patih Laman jasamu akan selalu di kenang
rasarasa
Turut berduka cita atas meninggalnya tokoh lingkungan hutan adat suku talang mamak semoga diampuni dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan
emma
sudah lanjut usia jg sih, mudah2an sgl jasa2 beliau selalu di ingat dan dpt diteruskan oleh generasi muda disana
ferry
mudah-mudahan ada orang yang menjadi penerus sebagai tokoh lingkungan disana
Arif
harus ada generasi penerus dari beliau biar bisa terjaga terus

Event

CNN Indonesia MeetUp! #1019 September 2017 - 19 September 2017
Pameran Studi di Luar Negeri17 September 2017 - 17 September 2017
Jak-Japan Matsuri 201709 September 2017 - 10 September 2017
+ index